Minggu, 02 November 2014

Biru



Ada kalanya kita bersinar. Ada kalanya kita meredup. Sepanjang jalan tidak pernah terbatas sebelum kau melihat pantai. Sepanjang sungai masih bisa mengalir karena alirannya merindukan laut. Bahasa adalah tempat kita bergurau. Menangungkan dirinya.
 
Mengenai bahasa. Move on itu kayak kita berbahasa. Mungkin kita awalnya tinggal di Jakarta dan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharinya. Setelah kita pindah ke daerah jawa maka mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dalam berbahasa. Sedikit demi sedikit kita akan paham bahasa jawa tetapi tidak dipungkiri bahwa kita masih bisa dengan bahasa Indonesia. Sisi ringkasnya sih seperti itu.

Kita ada karena masa lalu itu tapi bukan berarti kita harus mengenang masa lalu untuk mengadakan diri kita. Bukan berarti eksistensi atau keberadaan kita tergantung masa lalu kita. Sebanyak-banyaknya mantanmu, mereka hanyalah kegagalan dalam hidupmu. Kita tidak bisa merasa bangga atas kegagalan itu. Kegagalan ada lah keberhasilan yang tertunda. Bukan berarti kita harus mempertahanin kegagalan tersebut melainkan mempelajari kegagalan tersebut untuk dapat mencapai keberadaan kita yang sesungguhnya. Keberadaan kita dengan sesuatu yang ada karena kegagalan itu. Sesuatu yang baru.

Sesuatu yang baru mungkin memiliki satu atau dua tingkah laku dari sebuah kegagalan itu. Tapi bukan berarti kita akan melihat sesuatu yang baru itu adalah kegagalan baru karena mirip dengan yang lama. Atau mungkin kita berusaha menempatkan sesuatu yang baru itu untuk menggantikan sebuah kegagalan dimasa lalu. Kita manusia. Kita tercipta untuk berpasang-pasang. Dengan masa depan, pengetahuan, dan keyakinan. Bukan dengan kegagalan, dan rasa bersalah.

Terkadang kita tidak bisa terelakan oleh realitas tapi kita berusaha berpaling. Move on itu mudah kok. Kita tinggal menggelengkan kepala kita kekanan yang semulanya di kiri. Kita lihat betapa tak kalah indahnya sesuatu yang berada di kanan. Dan betapa saya sudah melupakan sesuatu yang berada dikiri. Tapi tujuan asalnya adalah memandang kedepan untuk masa depan. Kiri dan kanan adalah indah, tetapi depan adalah tujuan. Seindah-indahnya permata jika hanya kita pandangi itu percuma tetapi seindah-indahnya keluarga dalam kesederhanaan? Iya, itu segalanya.

Kehidupan itu sulit. Selayaknya kita melemparkan satu butir pasir gunung ke dalam pantai. Kita tidak bisa menemukannya. Tapi positifnya kita pernah bertemu dengan beberapa pasir pantai, bahkan dengan kerang dan batu karang didalamnya. Laut biru menggelitik tangan kita yang berusaha mencari. Tapi kelak kita akan sadar bahwa pasir gunung itu hitam dan pasir pantai ini putih. Sejenak putus asa atas hasil yang percuma tapi kita bakalan sadar. Jika sesuatu yang ada disekitar kita lebih indah kenapa harus mencari sesuatu disekitar kita juga tetapi yang lampau. Ayolah, Tuhan menciptakan rencanaNya dengan baik. Tidak semua pasir itu putih dan tidak sedikit pula pasir itu hitam. Tapi bukankah indah, karena kita percaya bahwa pantai itu indah. Kita tidak bakalan bisa bosan dengan pantai meskipun kita tinggal di pesisir pantai. Mungkin kamu bosan dengan pantai daerah utara karena kamu tinggal di pantai daerah utara, tapi apakah kamu sudah melihat pantai didaerah selatan? Seluruh pantai di pulai jawa? Indonesia? Asia? Dunia?. Tuhan tidak lah jahat tetapi dirimulah yang menjahati nuranimu.

Lihat lah awan yang bewarna biru. Indah. Sejuk. Segar. Betapa indah dunia ini dan betapa bodohnya kalian yang menutup diri atas dunia karena sibuk mengenangi masa lalu. Mungkin warna biru dapat menjelaskan. Ada berapa sih warna biru itu? Biru tua, biru muda, biru dongker, biru bludru. Banyak kan?. Tapi pada intinya mereka itu hanya sebatas biru. Seperti halnya lambang Solo Mengajar. Terdapat warna biru tua pada bagian font dan warna biru muda pada bagian backgroundnya. Tapi pada intinya lambang Solo Mengajar adalah biru. Saya memiliki dua tafsiran atas warna biru. Yang pertama terdapat pada lambang Solo Mengajar. Terdapat dua warna tipe biru itu mengartikan bahwa semua orang yang ikut dalam Solo Mengajar memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Ada yang ingin mengajar, ada yang suka dengan anak-anak, ada juga yang iseng, ada yang mencari pengalaman. Selain itu perbedaan tadi juga meliputi perbedaan latar belakang dalam kehidupan para vols dan orang yang bersangkutan di Solo Mengajar. Lalu artian Biru(tunggal) yang mengartikan bahwa mereka pada dasarnya hanyalah biru adalah dalam perbedaan itu kita memiliki satu tujuan dalam Solo Mengajar, kita saling mengisi kekurangan teman kita satu sama lain, dan kita adalah satu. Hanya sebatas manusia. Hanya sebatas ciptaan Tuhan. Dan hanya sebatas Biru.

Tetapi beda tafsir lagi jika kita kaitkan dengan kehidupan. Mungkin segala sesuatu dimasa lalu itu adalah warna biru tua. Biru tua yang indah yang menciptakan kenangannya tersendiri. Biru tua yang sangat sejuk yang menceritakan sejuta embun di dunia. Tapi itu semua tertinggal dimasa lampau. Kenangan yang ada dan embun yang mengering. Lalu datang lah biru muda. Suatu cahaya baru. Suatu inovatif yang selalu muncul. Suatu motifasi kehidupan. Biru muda ini memiliki sifatnya sendiri dan caranya sendiri. Kita harus cerdas mengadakan dia sebagai biru muda bukan memaksa dan merubahnya menjadi biru tua. Yang sudah enyah dan mengering tadi. Mungkin biru muda akan menghilang atau tertinggal. Berganti dengan biru yang lainnya. Mungkin kelak saya akan meletakan biru muda itu berdampingan dengan biru tua di dalam lemari gelap dan menutupnya rapat-rapat dan mengelakan kepala untuk tidak melihatnya lagi. Dan mencari warna biru yang lainnya. Atau saya akan meletakan biru muda di tempat terbuka dan diterangi lampu taman. Dan tetap melihatnya dan menciptakan warna biru lain bersama biru muda itu. Dan menjadi warna biru yang hanya tunggal karena kita bersatu dan sekaligus warna biru yang bertambah dalam sebuah keharmonisan. 

Entah warna biru apa yang akan saya pilih kelak nanti itu sama saja dengan memilih antara angka 1 dan 2. Memilih angka satu karena kita tunggal atau memilih angka dua karena kita berpasangan. Atau mungkin kita memilih angka diantara angka satu dan angka dua, karena kita bebas. Kita bisa memilih angka satu koma berapa sampai satu koma tak terhingga. Karena dibelakang koma tersebut akan ada angka satu, dua, tiga, dan seterusnya yang mewakili kebebasan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar