Minggu, 02 November 2014

Biru



Ada kalanya kita bersinar. Ada kalanya kita meredup. Sepanjang jalan tidak pernah terbatas sebelum kau melihat pantai. Sepanjang sungai masih bisa mengalir karena alirannya merindukan laut. Bahasa adalah tempat kita bergurau. Menangungkan dirinya.
 
Mengenai bahasa. Move on itu kayak kita berbahasa. Mungkin kita awalnya tinggal di Jakarta dan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharinya. Setelah kita pindah ke daerah jawa maka mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri dalam berbahasa. Sedikit demi sedikit kita akan paham bahasa jawa tetapi tidak dipungkiri bahwa kita masih bisa dengan bahasa Indonesia. Sisi ringkasnya sih seperti itu.

Kita ada karena masa lalu itu tapi bukan berarti kita harus mengenang masa lalu untuk mengadakan diri kita. Bukan berarti eksistensi atau keberadaan kita tergantung masa lalu kita. Sebanyak-banyaknya mantanmu, mereka hanyalah kegagalan dalam hidupmu. Kita tidak bisa merasa bangga atas kegagalan itu. Kegagalan ada lah keberhasilan yang tertunda. Bukan berarti kita harus mempertahanin kegagalan tersebut melainkan mempelajari kegagalan tersebut untuk dapat mencapai keberadaan kita yang sesungguhnya. Keberadaan kita dengan sesuatu yang ada karena kegagalan itu. Sesuatu yang baru.

Sesuatu yang baru mungkin memiliki satu atau dua tingkah laku dari sebuah kegagalan itu. Tapi bukan berarti kita akan melihat sesuatu yang baru itu adalah kegagalan baru karena mirip dengan yang lama. Atau mungkin kita berusaha menempatkan sesuatu yang baru itu untuk menggantikan sebuah kegagalan dimasa lalu. Kita manusia. Kita tercipta untuk berpasang-pasang. Dengan masa depan, pengetahuan, dan keyakinan. Bukan dengan kegagalan, dan rasa bersalah.

Terkadang kita tidak bisa terelakan oleh realitas tapi kita berusaha berpaling. Move on itu mudah kok. Kita tinggal menggelengkan kepala kita kekanan yang semulanya di kiri. Kita lihat betapa tak kalah indahnya sesuatu yang berada di kanan. Dan betapa saya sudah melupakan sesuatu yang berada dikiri. Tapi tujuan asalnya adalah memandang kedepan untuk masa depan. Kiri dan kanan adalah indah, tetapi depan adalah tujuan. Seindah-indahnya permata jika hanya kita pandangi itu percuma tetapi seindah-indahnya keluarga dalam kesederhanaan? Iya, itu segalanya.

Kehidupan itu sulit. Selayaknya kita melemparkan satu butir pasir gunung ke dalam pantai. Kita tidak bisa menemukannya. Tapi positifnya kita pernah bertemu dengan beberapa pasir pantai, bahkan dengan kerang dan batu karang didalamnya. Laut biru menggelitik tangan kita yang berusaha mencari. Tapi kelak kita akan sadar bahwa pasir gunung itu hitam dan pasir pantai ini putih. Sejenak putus asa atas hasil yang percuma tapi kita bakalan sadar. Jika sesuatu yang ada disekitar kita lebih indah kenapa harus mencari sesuatu disekitar kita juga tetapi yang lampau. Ayolah, Tuhan menciptakan rencanaNya dengan baik. Tidak semua pasir itu putih dan tidak sedikit pula pasir itu hitam. Tapi bukankah indah, karena kita percaya bahwa pantai itu indah. Kita tidak bakalan bisa bosan dengan pantai meskipun kita tinggal di pesisir pantai. Mungkin kamu bosan dengan pantai daerah utara karena kamu tinggal di pantai daerah utara, tapi apakah kamu sudah melihat pantai didaerah selatan? Seluruh pantai di pulai jawa? Indonesia? Asia? Dunia?. Tuhan tidak lah jahat tetapi dirimulah yang menjahati nuranimu.

Lihat lah awan yang bewarna biru. Indah. Sejuk. Segar. Betapa indah dunia ini dan betapa bodohnya kalian yang menutup diri atas dunia karena sibuk mengenangi masa lalu. Mungkin warna biru dapat menjelaskan. Ada berapa sih warna biru itu? Biru tua, biru muda, biru dongker, biru bludru. Banyak kan?. Tapi pada intinya mereka itu hanya sebatas biru. Seperti halnya lambang Solo Mengajar. Terdapat warna biru tua pada bagian font dan warna biru muda pada bagian backgroundnya. Tapi pada intinya lambang Solo Mengajar adalah biru. Saya memiliki dua tafsiran atas warna biru. Yang pertama terdapat pada lambang Solo Mengajar. Terdapat dua warna tipe biru itu mengartikan bahwa semua orang yang ikut dalam Solo Mengajar memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Ada yang ingin mengajar, ada yang suka dengan anak-anak, ada juga yang iseng, ada yang mencari pengalaman. Selain itu perbedaan tadi juga meliputi perbedaan latar belakang dalam kehidupan para vols dan orang yang bersangkutan di Solo Mengajar. Lalu artian Biru(tunggal) yang mengartikan bahwa mereka pada dasarnya hanyalah biru adalah dalam perbedaan itu kita memiliki satu tujuan dalam Solo Mengajar, kita saling mengisi kekurangan teman kita satu sama lain, dan kita adalah satu. Hanya sebatas manusia. Hanya sebatas ciptaan Tuhan. Dan hanya sebatas Biru.

Tetapi beda tafsir lagi jika kita kaitkan dengan kehidupan. Mungkin segala sesuatu dimasa lalu itu adalah warna biru tua. Biru tua yang indah yang menciptakan kenangannya tersendiri. Biru tua yang sangat sejuk yang menceritakan sejuta embun di dunia. Tapi itu semua tertinggal dimasa lampau. Kenangan yang ada dan embun yang mengering. Lalu datang lah biru muda. Suatu cahaya baru. Suatu inovatif yang selalu muncul. Suatu motifasi kehidupan. Biru muda ini memiliki sifatnya sendiri dan caranya sendiri. Kita harus cerdas mengadakan dia sebagai biru muda bukan memaksa dan merubahnya menjadi biru tua. Yang sudah enyah dan mengering tadi. Mungkin biru muda akan menghilang atau tertinggal. Berganti dengan biru yang lainnya. Mungkin kelak saya akan meletakan biru muda itu berdampingan dengan biru tua di dalam lemari gelap dan menutupnya rapat-rapat dan mengelakan kepala untuk tidak melihatnya lagi. Dan mencari warna biru yang lainnya. Atau saya akan meletakan biru muda di tempat terbuka dan diterangi lampu taman. Dan tetap melihatnya dan menciptakan warna biru lain bersama biru muda itu. Dan menjadi warna biru yang hanya tunggal karena kita bersatu dan sekaligus warna biru yang bertambah dalam sebuah keharmonisan. 

Entah warna biru apa yang akan saya pilih kelak nanti itu sama saja dengan memilih antara angka 1 dan 2. Memilih angka satu karena kita tunggal atau memilih angka dua karena kita berpasangan. Atau mungkin kita memilih angka diantara angka satu dan angka dua, karena kita bebas. Kita bisa memilih angka satu koma berapa sampai satu koma tak terhingga. Karena dibelakang koma tersebut akan ada angka satu, dua, tiga, dan seterusnya yang mewakili kebebasan kita.

Selasa, 28 Oktober 2014

Garis Lengkung



Bahasa selalu menuntunkan kita pada sebuah komunikasi. Dan komunikasi selalu ada disela-sela hubungan. Angin selalu merindukan dirinya sendiri. Berputar dan menghayati keberadaannya yang tak tampak. Menghempaskan sukma dan musyafirpun datang dan pergi. Namun alasan saya memilihnya karena isi hati membisikan kepada angin  dan mengalirkan kepada keterbatasan daun telinga. Bahwa dia ada karena saya memikirkannya. Melalang buana menyusuri busur pelangi yang melengkung sedih ditengah haru pikuk tangis yang berada. Mungkin mawar tak selamanya memiliki keromantisannya saat saya memberi dan mungkin coklat tak akan selayaknya mengendalikan emosi. Permata berlian intan istana dan mahar semahal apapun tak ternilai dirinya. Saat jatuh dan sadar bahwa saya cinta, bukan hanya sebatas cinta tetapi sayang. Bahkan lebih, mungkin kasih.
Saya memilih, mengejar, mendapatkan dengan usaha saya sendiri. Selayaknya kecoa yang masih hidup karena bom nuklir. Dimana semua umat kehidupan sudah mati tetapi spesiesnya akan menemukan hal yang sama, meski dalam artian lain. Kata-kata itu bukan hanya sebatas cinta. Pola perilaku itu tidak seluas sayang. Lekuk gesturnya bukan berarti kasih. Tetapi semua adalah kesatuan yang mungkin kita tidak tau darimana mereka berada. Kenapa ada?.

Jumat, 19 September 2014

Siklus!

Jika kalian tau segala sesuatu itu ada siklusnya, gak hanya hujan aja yang ada siklusnya. Tapi kehidupan juga mengalami yang namanya siklus. Dari yang pertamanya sayang duluan sama si doi dan si doi egak sayang gantian jadi yang si doi yang sayang ke kita sedangkan kita udah gak sayang ama doi. Dari yang waktu kecil sering diajak ayah jalan-jalan, gantian pas ayah udah tua kita yang gantian ngajak jalan-jalan beliau. Saya akan mengambil sedikit perkataan dari dosen saya "Sesungguhnya segala sesuatu itu tidak ada yang tetap dan selalu berubah atau kembali". Iya itu bener, misalnya model pakaian. Yang pas waktu jaman jepang yang lagi trend adalah kemeja cowok dengan motif bunga terus berganti kejaman semi-semi alay dengan kemeja kotak-kota warna terang dan sekarang kembali lagi ke kemeja bermotif bunga lagi. Iya itu termasuk siklus menurut saya.

Senin, 15 September 2014

3 CM

Disini saya membuat tulisan dengan judul "3CM". Ya mungkin sejenis cerita dari novel "5CM" tapi bedanya kalok di 5CM kan angka depannya lima sedangkan kalok di 3CM angka depannya juga lima, tapi dikurangi dua, jadinya tiga. Kesamaannya adalah dalam cerita ini berisikan pendakian kepuncak gunung tapi kalok di 5CM itu naiknya kegunung semeru dan ada Herjunot Ali yang ganteng. Dan kalok di 3CM ini bukan di gunung semeru tetapi di gunung lawu dan gak ada Herjunot Ali, dia digantikan saya. Saya yang hampir mirip dengan Junot. Jempol kakinya.

Aneh

Kenapa selalu ada keanehan disela-sela keindahan. Kalian tentu tau bahwa pemandangan gunung itu sungguh indah jika diliat dari kejauhan. Tapi kalian banyak yang gak sadar, gunung itu kan dikelilingi oleh pohon dan tanah merah tapi kenapa warnanya bisa biru. Itulah kenapa keanehan itu dapat merubah sesuatu jadi indah. Tapi ada juga keanehan yang membuat sesuatu menjadi tambah runyam. Soal cinta. Huuu alay, mungkin banyak orang akan berbicara seperti itu mengenai tulisan ini. Mungkin.

Jumat, 27 Juni 2014

Jam 2 Dini Hari - Paranoid Rusuh Hati

Entah kenapa saya terbangun sekitar jam satu lebih. Berusaha memejamkan mata dari ikan bandeng di kulkas dan hasilnya percuma. Saya merasa seperti orang bodoh yang linglung didalam rumah dengan celana kolor dan kaos sabrina karena ini kaos ayah yang kebesaran yang saya pakai. Beranjak kekamar mandi untuk cuci muka sekalian cuci harga diri supaya bisa tidur. Melakukan penetrasi untuk kencing eh malah kena celana. Malam eh pagi maksutnya yang cukup panjang. Kayaknya saya insom. Merindu pacar yang ada di pesisir, sepertinya dia mau jadi nyi roro pesisir.

Jumat, 23 Mei 2014

Si Alien Sementara Ini Romantis

Pagi, siang, sore, dan malam selalu berlalu dengan cepatnya. Seakan-akan hari hanya berada dalam satu kedipan saja. Seakan-akan matahari hanya tersenyum lalu murung kemudian. Tapi bulan selalu terdiam diantara bintang-bintang yang sudah tidak dapat dilihat lagi karena cahaya kota terlalu terang. Saya tidak tau kenapa dengan keadaan saya. Selalu termenung dikamar akhir-akhir ini. Selayaknya batu karang, dia diam dan menatap langit, padahal dia sedang terkikis dengan ombak yang halus dan kadang kasar merabai tubuhnya.

Selasa, 13 Mei 2014

Motif Batik Berfariasi

Gebetan adalah suatu zat hara yang bisa membuat kita kecanduan. Sejenis heroin tetapi merusak hati. Kecnduannya tidak karuan dan sulit untuk ditolak. Dan rasa rindunya untuk bertemu juga menggebu-gebu. Dan jika munafik yang terjadi adalah sakau. Itulah pengertian gebetan bagi orang-orang pecandu obat pisikotropika haha. Ngawur.

Saya mengalami masa-masa sulit dalam PDKT ini. Dimana saya selalu tidur pada malam hari. Dimana saya selalu mandi pada saat mau pergi. Dimana saya harus eek jika ada pangilan alam. Ohh itu manusiawi. Maaf.

Jumat, 09 Mei 2014

Pecinta dangdut

Keluarga saya yang sangat dan fanatik terhadap dangdut hanya ibu saya sedangkan ayah dan saya beserta sodara menolaknya dari kehidupan. Entah kenapa tetapi saya sangat tidak suka dangdut. Karena jika saya pecinta atau penikmat dangdut sangat repot jika harus menonton konser dangdut. Saya harus memakai hlem dan ada istilah "Senggol bacok" sangat menakutkan. Jadi didalam konser dangdut itu jika berjoget harus ada jarak agar tidak saling senggol jadi perlu merentangkan kedua tangan sebelum konser dangdut dimulai selayaknya baris berbaris.

Tapi ada kejadian aneh seputar dangdut terhadap ayah saya. Tapi sebentar saya mau cerita tentang ayah saya. Ayah yang tak jauh berbeda anehnya dengan saya. Pokoknya aneh.

Kamis, 08 Mei 2014

Latar Bela(kang)lang

Aneh jika saya membuat blog dengan isian cerita-cerita yang absurd dan aneh serta tidak masuk akal pikiran bahkan dapat mempengaruhi pemikiran pembaca untuk menjadi ultraman atau mungkin bisa merubah pola hidup kalian yang sehat menjadi kurang sehat karena otak kalian yang membaca blog saya ini lumpuh tetapi tidak memiliki latar belakang. Apaan saya ini.

Sabtu, 03 Mei 2014

Perumpamaan Timur dan Barat

Tuntutan dalam menjaling hubungan adalah sama. Seperti kata Mario Teguh "kalok banyak yang sama, kenapa harus memilih yang berbeda". Terus ada lagi "Aku, Kamu, Satu". Egak tau apa tujuan motivator yang sok tau tentang cinta. Mereka hanya meracuni pemikiran anak-anak remaja pada saat ini. Asal kalian tau wahai para motivator (walaupun gak mungkin ada motivator yang mbaca sih hehe) perkataan kalian yang didengerin oleh remaja masa kini itu egak ada yang dilaksanakan, kebanyakan mereka hanya mengcopy lalu di paste pada status di jejaringan sosial. Biar terlihat sok motivator gitu, contohnya saya sendiri. Anjir.

Kamis, 01 Mei 2014

Tradisi Jalangnya Diri

Wahai pemuda Indonesia. Yang sudah dirasuki oleh roh-roh telenovela, yang sudah diperdaya oleh acara FTV, yang sudah dipaksa Alay oleh acara musik pagi. Bangun lah dan sadar lah, bahwa kalian itu seperti saya, njirrr.

Disini saya akan bercerita tentang kebiasaan saya pada saat hari sabtu mulai mengelap. Disudut kota banyak sekali pasangan-pasangan yang bermesrah-mesrahan. Pegangan tangan, pangku-pangkuan, suap-suapan, sampek saling bunuh pun terjadi, haha yang terakhir egak.

Sabtu, 26 April 2014

Cinta Ala Sapi?

Kemarin selasa ada pelajaran filsafat manusia dan punya si Alifa membahas BAB tentang cinta. BAB bukan buang air besar. Iya memang manusia gak bakal bisa jauh dari cinta. Tapi apa sih cinta itu?. Gak peduli, saya gak mau bahas haha. Kemaren itu ada temen saya yang tanya ama kelompoknya dia tentang sapi. Pokoknya pertanyaannya itu kayaknya tentang membandingkan antara cinta sapi dan cinta manusia. Ya masak manusia disamain ama sapi. Tapi ya saya gak tau sih pertanyaannya tentang apa yang sebenarnya mengenai sapi. 

Jumat, 25 April 2014

Alergi Cewek!

Saya pernah SD dan asal kalian tau, jaman SD itu adalah jaman dimana kita dijodoh-jodohin sama temen kita. Setiap gak sengaja duduk sebelahan pas istirahat diejek kalok pacaran, atau mungkin karena guru menyuruh satu tempat duduk dengan lawan jenis terus dijodoh-jodohin, padahal setiap cewek yang sebelah saya digiyuin pasti nangis dan gak mau sebelahan sama saya soalnya takut. Takut sebelahan sama alien. Memang masa sulit bagi saya yang sangat grogi deket cewek waktu itu. Iya waktu itu bukan sekarang.


Saat Mario Bross Berjaya

Kali ini saya mau bercerita kisah-kisah saya waktu masih kecil, iya saya pernah kecil. Saya serupa mahkluk alien yang lahir di zaman 90'an dimana kita lebih memilih tasoz dari pada makanan ringannya, dimana belum ada warnet dengan anak-anak brandal yang berbicara kotor, dimana kita hanya tau satu boyband yaitu Westlife, dimana Tina Toon belum seseksy dan sehot sekarang.

kejang-kejangan ajah

Udah lama nggak bikin entri baru. Padahal kisah-kisah biasa yang enggak menarik udah ngumpul dalam kehidupan saya, tapi ya karena kesibukan saya sebagai mahasiswa setengah penganguran ya saya gak begitu sibuk sih, maaf jika pembukaannya aneh. Saya ngambil judul kejang-kejang aja itu karena kehidupan saya terlalu kejang dewasa ini. Banyak hal yang datar dan mulai mengalami kejonesan yang sangat akut sekali. Dalam hal ini saya udah deket sama cewek sih, ya walaupun deket dan sadisnya saya udah nembak sebanyak tujuhbelas kali dan berakhir pada penolakan yang romantis menurut saya pribadi. Deketin tuh cewek ibarat saya jadi Thomas Alva Edison yang gagal berkali-kali untuk membuat lampu, bedanya disini saya nggak sedang membuat lampu tetapi sedang membuat diri saya tampak indah dan berhasil untuk tuh cewek biar jatuh cinta kepada saya gitu. Tapi hasilnya sampek saat ini masih nol. Beda sama Thomas yang akhirnya berhasil.  Njirr

Minggu, 26 Januari 2014

Perubahan atau labil? II

Saya mengakui bahwa selalu ada perubahan dalam kehidupan ini, misalnya perubahan bentuk tubuh yang pas kecil masih gemuk pas udah remaja malah jadin cungkring, terus pola tingkah laku yang pas masih kecil suka membantu dan bersifat apaadanya berubah jadi alay karena korban trend. Perubahan juga terjadi di dalam hubungan saat pacaran juga, yang awalnya dari mata turun kehati berubah menjadi air mata turun kepipi, terus pas pacaran awalnya selalu bilang "aku gak bakal ningalin kamu" pas udah enam bulan berubah "kamu siapa? aku lupa". Entah hal-hal seperti itu sering terjadi di dalam masalah percintaan. Bosan itu lah momok permasalahhannya, baik lah ini cerita tentang saya lagi dan lagi.

Kamis, 16 Januari 2014

Jones oh jones! 2

Okay seperti berlagak apa saja ya sampek-sampek dibuat yang bagian duanya hehe. Mungkin akan sama dengan postingan saya yang kemaren-kemaren tentang jomblo, tapi sebelumnya ucapkan #SalamJomblo haha. Susah nih pergi dan mengingkari nasib sendiri yang jomblo ini, selalu saja iri ngliatin orang pacaran. Apalagi kalok temen kita semuanya udah pada punya pacar dan hanya kita sendiri yang jomblo. Alangkah indahnya jika mereka mau berbagi pacar paling tidak hanya untuk berfoto biar di jejaringan sosial tidak jones-jones amat, oh njirr. Kenapa nasib-nasib orang jomblo selalu di rendahkan derajatnya? padahal orang jomblo itu asik lho, bebas ngodain cewek lain, bisa maen sesuka hati, gak perlu bingung-bingung cari hp buat sms "met pagi". Ya tapi ada gak enaknya sih yaitu soal perasaan dan harga diri, alasan-alasan yang jomblo gunakan untuk mempertiggi harkat dan martabat itu percuma setelah temenmu bilang "kapan pacaran? kurang kamu lho".

Rabu, 15 Januari 2014

Perubahan atau Labil?

Dalam kehidupan pasti ada yang namanya perubahan, baik dari bentuk fisik maupun pemikiran. Dan di dalam percintaan juga ada yang namanya perubahan dari yang awalnya "Sayang kamu" berubah menjadi "Siapa kamu?". Pura-pura egak kenal dengan mantan karena udah putus, ya itu mungkin berubah secara labil. Kenapa berubah secara labil? karena perubahaan yang kita lakuin itu bukan atas pola pikir kita tetapi hanya dengan emosi sesaat, kalau udah gak ketemu lama terus ketemu langsung punya pikiran "wah kenapa tambah cantik/cakep ya mantanku?". Iya lah namanya juga lama gak ketemu dan pas ketemu setatusnya kan mantanmu. Memang sulit kehidupan asmara itu, kenapa selalu ada perubahan, padahal kan seru kalok pacaran itu rasanya kayak awal terus. Bisa romantis-romantisan, bisa pangil sayang-sayangan, dan bisa berhayal "kalok kita nikah nanti...".Awal itu memang indah dan kita tidak boleh lupa dengan rasa yang dinamakan bosan, perasaan yang paling di takuti pas kita pacaraan. Disini saya akan menceritakan tentang sedikit kisah pacaran saya, ciyyeee. Ya mungkin aneh, tapi coba di baca dulu, njirr.

Minggu, 12 Januari 2014

Jones oh jones!

Begini gue udah di php terus di friendzone itu rasanya udah lengkap setatus jomblo gue yang di balut oleh ngenes. Kali ini gue mau nulis tentang.... apaan gue-loe nan saya bukan orang Jakarta yang gaul tapi orang Karanganyar, tepatnya Palur, gak tau palur? yaudah naik bis di Solo pasti tau, kalok masih belum tau yaudah memang Palur belum sejaya Solo, hass apaan lagi ini. Udah cukup basa-basi gak pentingnya ye. Kali ini saya mau menulis tentang kriteria jomblo ngenes haha sekalian kisah-kisah saya sendiri.

Jumat, 03 Januari 2014

friendzone!

Oke gue deket sama cewek cantik dan alim, berjilbab sob. Berharap tidak adanya PHP lagi. Gue kenal dia di mall gitu romantis deh. Kan dia lagi sendirian terus gue samperin deh dan gue menekatkan diriku ini ngajakin kenalan.
"hay sendirian aja ya?" tanya gue.
"lo mau nyulik gue? atau mau ngrampok gue? ini mall gue bisa teriak dan banyak orang!!" bentaknya dengan sadis.
"eh.. egak..egak.. gue gak maksut gitu, emang tampang gue serem apa?".
"iya tampangmu kriminal" sahutnya.
"gilak, gue keren kayak gini loe bilang kriminal? gini lho gue cuma mau kenalan sama loe ajak kok haha" kataku.
"oh mau kenalan, aku Intan, udah gak usah pakek salaman bukan muhrim".
"jiah cuma salaman doang lho, bagus ya namanya kaya filem sinetron jaman dulu, lha terus loe gak mau tau nama gue?".
"egak usah ngrepotin lagi".
"ngapain ngrepotin, cuma nama lho".
"paling juga namanya pasaran" katanya.
"wis egak lah nama gue Angga, salam kenal Intan".
"gue kan gak tanya, lagian namanya pasaran juga kan". ujarnya. Memang judes banget dia, atau mungkin dia jijik sama gue? oh njirr.

Gue deket dengan dia itu malah dari facebook. Gue searching nama Intan dan 3 hari cari-cari gak ketemu, terus tau-tau ada usulan pertemanan kepada orang lain dan orang lain itu punya temen cantik dan temennya itu punya temen yang temenan sama Intan. Panjang dan gak jelas ya? maaf. Dan gue taunya dari ngepoin foto temannya yang asss sudah, dan dia di tag dengan nama facebook "IiEnntan Ingin BBerubahh". Alay ya? tapi cantik kok dan gue juga jomblo, ngenes. Yaudah gue add aja dan di konfrimasi, trs sering chatingan sama dia dan minta nomernya walaupun sedikit maksa. Dan setiap sabtu malam gue main terus sama Intan, Yyeee. Ternyata diai matre, dan jilbabnya hanya sekedar modis. Tapi dia cantik kok dan gue jomblo, kenapa di ulang lagi sihh. Oke gue akui kalok gue udah nemuin solmate gue dan gue rasa Intan lah walaupun alay. Kenapa dia alay, waktu gue ajak ke sekaten(sebenernya dia yang ngajak sob haha) dia masih pakek helem. "Intan kita udah turun dari motor, helemnya lepas dong".
"egak mau ini lagi tren tau, terus gue keliatan cantik kalok pakek helem".
"i....iyaa.. tapikan apa kamu gak takut kalok tau-tau ada polisi nilang kamu gara-gara pakek helem tapi gak naik motor?".
"bego ya gak mungkin lah Angga".
"lha kita naik motor gak pakek helem aja ketangkep masa....".
"diam ayo kita ke sekaten".sahutnya. Oke kami pun bersenang-senang di sekaten dan pelajaran yang aku dapat, alay itu juga asik lho, njirrr becanda. Tapi tetep gue yg mbayarin semua, bukanya perhitungan tapi gue kan penganguran dan hanya mahasiswa yang rentan gundah.

Setelah habis dari sekaten gue mau nembak dia walaupun agak ilfil tapi daripada jones. Gue berhentiin dia di gapura rumahnya. Dan tiba-tiba dia berkata
"loe tega berhentiin gue di gapura, kan masih seratus meteran lagi" kata Intan.
"Egak...egak.. aku cuma mau bilang sama kamu aja, tapi aku bolehkan bilang sesuatu kekamu?". Ternyuh diam si Intan sambil berkata "heemm~~" dengan suara mendesah ala Maria Ozawa, aduuh apaan sih ini haha. Terus gue bilang ke dia.
"Aku suka kamu dan aku mau jadi pacar kamu". Tapi hinanya dia malah njawab
"tapi temen kan gak boleh jadian".
Pandanganku kosong dan berasa hina karena di tolak cewek cantik yang alay, yaudah langsung gue anterin kedepan rumah dan berkata.
"jangan doktrin gue jadi alay ya kalok kita temenan"
langsung pulang rumah sambil nangis sebentar, terus tidur. Udah gitu-gitu aja.