Ada kalanya kita bersinar. Ada kalanya kita meredup. Sepanjang jalan tidak
pernah terbatas sebelum kau melihat pantai. Sepanjang sungai masih bisa
mengalir karena alirannya merindukan laut. Bahasa adalah tempat kita bergurau.
Menangungkan dirinya.
Mengenai bahasa. Move on itu kayak kita berbahasa. Mungkin kita awalnya
tinggal di Jakarta dan menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan seharinya.
Setelah kita pindah ke daerah jawa maka mau tidak mau kita harus menyesuaikan
diri dalam berbahasa. Sedikit demi sedikit kita akan paham bahasa jawa tetapi
tidak dipungkiri bahwa kita masih bisa dengan bahasa Indonesia. Sisi ringkasnya
sih seperti itu.
Kita ada karena masa lalu itu tapi bukan berarti kita harus mengenang
masa lalu untuk mengadakan diri kita. Bukan berarti eksistensi atau keberadaan
kita tergantung masa lalu kita. Sebanyak-banyaknya mantanmu, mereka hanyalah
kegagalan dalam hidupmu. Kita tidak bisa merasa bangga atas kegagalan itu.
Kegagalan ada lah keberhasilan yang tertunda. Bukan berarti kita harus mempertahanin
kegagalan tersebut melainkan mempelajari kegagalan tersebut untuk dapat
mencapai keberadaan kita yang sesungguhnya. Keberadaan kita dengan sesuatu yang
ada karena kegagalan itu. Sesuatu yang baru.
Sesuatu yang baru mungkin memiliki satu atau dua tingkah laku dari sebuah
kegagalan itu. Tapi bukan berarti kita akan melihat sesuatu yang baru itu
adalah kegagalan baru karena mirip dengan yang lama. Atau mungkin kita berusaha
menempatkan sesuatu yang baru itu untuk menggantikan sebuah kegagalan dimasa
lalu. Kita manusia. Kita tercipta untuk berpasang-pasang. Dengan masa depan, pengetahuan, dan keyakinan. Bukan dengan kegagalan, dan rasa bersalah.
Terkadang kita tidak bisa terelakan oleh realitas tapi kita berusaha
berpaling. Move on itu mudah kok. Kita tinggal menggelengkan kepala kita
kekanan yang semulanya di kiri. Kita lihat betapa tak kalah indahnya sesuatu
yang berada di kanan. Dan betapa saya sudah melupakan sesuatu yang berada
dikiri. Tapi tujuan asalnya adalah memandang kedepan untuk masa depan. Kiri dan
kanan adalah indah, tetapi depan adalah tujuan. Seindah-indahnya permata jika
hanya kita pandangi itu percuma tetapi seindah-indahnya keluarga dalam
kesederhanaan? Iya, itu segalanya.
Kehidupan itu sulit. Selayaknya kita melemparkan satu butir pasir gunung ke
dalam pantai. Kita tidak bisa menemukannya. Tapi positifnya kita pernah bertemu
dengan beberapa pasir pantai, bahkan dengan kerang dan batu karang didalamnya.
Laut biru menggelitik tangan kita yang berusaha mencari. Tapi kelak kita akan sadar
bahwa pasir gunung itu hitam dan pasir pantai ini putih. Sejenak putus asa atas
hasil yang percuma tapi kita bakalan sadar. Jika sesuatu yang ada disekitar
kita lebih indah kenapa harus mencari sesuatu disekitar kita juga tetapi yang
lampau. Ayolah, Tuhan menciptakan rencanaNya dengan baik. Tidak semua pasir itu
putih dan tidak sedikit pula pasir itu hitam. Tapi bukankah indah, karena kita
percaya bahwa pantai itu indah. Kita tidak bakalan bisa bosan dengan pantai
meskipun kita tinggal di pesisir pantai. Mungkin kamu bosan dengan pantai
daerah utara karena kamu tinggal di pantai daerah utara, tapi apakah kamu sudah
melihat pantai didaerah selatan? Seluruh pantai di pulai jawa? Indonesia? Asia?
Dunia?. Tuhan tidak lah jahat tetapi dirimulah yang menjahati nuranimu.
Lihat lah awan yang bewarna biru. Indah. Sejuk. Segar. Betapa indah dunia
ini dan betapa bodohnya kalian yang menutup diri atas dunia karena sibuk
mengenangi masa lalu. Mungkin warna biru dapat menjelaskan. Ada berapa sih
warna biru itu? Biru tua, biru muda, biru dongker, biru bludru. Banyak kan?.
Tapi pada intinya mereka itu hanya sebatas biru. Seperti halnya lambang Solo
Mengajar. Terdapat warna biru tua pada bagian font dan warna biru muda pada
bagian backgroundnya. Tapi pada intinya lambang Solo Mengajar adalah biru. Saya
memiliki dua tafsiran atas warna biru. Yang pertama terdapat pada lambang Solo
Mengajar. Terdapat dua warna tipe biru itu mengartikan bahwa semua orang yang
ikut dalam Solo Mengajar memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Ada yang ingin
mengajar, ada yang suka dengan anak-anak, ada juga yang iseng, ada yang mencari
pengalaman. Selain itu perbedaan tadi juga meliputi perbedaan latar belakang
dalam kehidupan para vols dan orang yang bersangkutan di Solo Mengajar. Lalu
artian Biru(tunggal) yang mengartikan bahwa mereka pada dasarnya hanyalah biru
adalah dalam perbedaan itu kita memiliki satu tujuan dalam Solo Mengajar, kita
saling mengisi kekurangan teman kita satu sama lain, dan kita adalah satu.
Hanya sebatas manusia. Hanya sebatas ciptaan Tuhan. Dan hanya sebatas Biru.
Tetapi beda tafsir lagi jika kita kaitkan dengan kehidupan. Mungkin segala
sesuatu dimasa lalu itu adalah warna biru tua. Biru tua yang indah yang
menciptakan kenangannya tersendiri. Biru tua yang sangat sejuk yang menceritakan
sejuta embun di dunia. Tapi itu semua tertinggal dimasa lampau. Kenangan yang
ada dan embun yang mengering. Lalu datang lah biru muda. Suatu cahaya baru.
Suatu inovatif yang selalu muncul. Suatu motifasi kehidupan. Biru muda ini
memiliki sifatnya sendiri dan caranya sendiri. Kita harus cerdas mengadakan dia
sebagai biru muda bukan memaksa dan merubahnya menjadi biru tua. Yang sudah
enyah dan mengering tadi. Mungkin biru muda akan menghilang atau tertinggal.
Berganti dengan biru yang lainnya. Mungkin kelak saya akan meletakan biru muda
itu berdampingan dengan biru tua di dalam lemari gelap dan menutupnya rapat-rapat
dan mengelakan kepala untuk tidak melihatnya lagi. Dan mencari warna biru yang
lainnya. Atau saya akan meletakan biru muda di tempat terbuka dan diterangi
lampu taman. Dan tetap melihatnya dan menciptakan warna biru lain bersama biru
muda itu. Dan menjadi warna biru yang hanya tunggal karena kita bersatu dan sekaligus warna biru yang
bertambah dalam sebuah keharmonisan.
Entah warna biru apa yang akan saya pilih kelak nanti itu sama saja dengan
memilih antara angka 1 dan 2. Memilih angka satu karena kita tunggal atau
memilih angka dua karena kita berpasangan. Atau mungkin kita memilih angka
diantara angka satu dan angka dua, karena kita bebas. Kita bisa memilih angka
satu koma berapa sampai satu koma tak terhingga. Karena dibelakang koma
tersebut akan ada angka satu, dua, tiga, dan seterusnya yang mewakili kebebasan
kita.