Jumat, 23 Mei 2014

Si Alien Sementara Ini Romantis

Pagi, siang, sore, dan malam selalu berlalu dengan cepatnya. Seakan-akan hari hanya berada dalam satu kedipan saja. Seakan-akan matahari hanya tersenyum lalu murung kemudian. Tapi bulan selalu terdiam diantara bintang-bintang yang sudah tidak dapat dilihat lagi karena cahaya kota terlalu terang. Saya tidak tau kenapa dengan keadaan saya. Selalu termenung dikamar akhir-akhir ini. Selayaknya batu karang, dia diam dan menatap langit, padahal dia sedang terkikis dengan ombak yang halus dan kadang kasar merabai tubuhnya.


Saya merasa berbeda dengan teman-teman saya. Saya sebenarnya adalah orang yang pendiam. Tapi saya beradaptasi. Seperti halnya alien yang sedang beradaptasi dengan kehidupan manusia. Saya melihat tingkah laku manusia-manusia pada umumnya. Saya berusaha menyatu dalam sosialisasinya. Saya berusaha menghilangkan kegrogian dan kecanggungan saya. Saya primitif dalam hal pemikiran. Begitu pula dalam hal asmara.

Dulu saya selalu gagal menjalin yang namanya asmara. Entah dengan alasan apapun, intinya saya gagal. Dari sudut pandang manapun saya hanya laki-laki pemalu. Tapi semua itu saya sembunyikan. Seorang akan lebih baik jika memiliki teman. Jikalau saya tetap pemalu maka saya akan tetap sendirian pula. Sendu dan haru. Memang asmara dan cinta yang menentukan masa depan seseorang. Baik masa depan tentang kehidupan ataupun masa depan tentang piskis. Kita selalu melihat bahwa laki-laki yang sukses selalu ada wanita dibelakangnya yang memberi dukungan. Saya berharap dia lah yang ada dibelakang saya. Baik disaat kesuksesan saya ataupun disaat kita beribadah.

Dulu mungkin saya hanya pecundang yang selalu didongenkan pada malam hari oleh orangtua saya. Dongen tentang pertikaian mereka. Tentang mereka yang selalu berkelahi. Ibu yang menangis, Ayah yang membentak-bentak. Tapi entah karena Tuhan selalu ada disisi saya, saya bisa menjalaninya. Entah doa saya setelah ibadah Tuhan memberikan kedamaian bagi mereka berdua. Bukan kah bahagia jika orangtua kita bisa romantis dan senang. Bukan kah itu tujuan seorang anak. Melihat orangtuanya bahagia.

Wanita memang selalu emosional. Dan emosional itu bukan hanya amarah, tapi senyuman, tangisan, dan kegembiraannya selalu menggebu-gebu. Wanita sama semua dalam hal kodrat tetapi mereka berbeda dalam hal sikap. Saya sayang dengan dia. Memang pada saat pertama menjalin hubungan orang akan selalu sangat amat saya kepada pasangan tersebut. Saya juga mengakui itu. Tapi disini berbeda. Dia dewasa. Dia wanita seutuhnya. Dan mungkin yang paling parah adalah dia lah yang menjaga saya bukan saya yang menjaga dia. Memang saya paya, sial. Dia merubah saya. Menjadikan dirinya motivasi bagi kehidupan saya. Saya menjadi gemar menulis tulisan yang aneh-aneh tapi ini menjadi diri saya seutuhnya. Mungkin jika saya hanya memilikinya dalam satu hari dan dia memutuskan saya dengan alasan yang logis, itu akan menjadikan suatu hal yang sangat amat membahagiakan diri saya ini. Tapi jika dia memutuskan saya dengan alasan 'bosan' mungkin saya sangat kecewa dengan dia. Tapi saya yakin hubungan kita jika berakhir itu bukan karena alasan bodoh yaitu 'bosan'. Karena dia dewasa. Satu-satunya wanita dewasa yang pernah saya miliki. Satu-satunya masa dimana hari-hari saya berasa aneh. Aneh karena tidak percaya saya memiliki seorang wanita dewasa.

Hubungan intensif, kata-kata romantis, dan panggilan sayang hampir tidak pernah terucap dari bibirnya. Entah karena dia memang benar-benar terpaksa dengan saya atau karena dia bersifat dewasa. Ya saya hanya bisa mengambil beberapa kata-kata dari lagu Efek Rumah Kaca yang berjudul Jatuh Cinta Itu Biasa Saja. Kita berdua hanya bergandeng tangan tak perlu berpelukan. Kita berdua hanya saling bercerita tak perlu memuji. Kita berdua tak perlu ucapkan maaf tapi saling mengerti. Ketika rindu, menggebu-gebu kita berfikir bahwa jatuh cinta itu biasa saja.

Wajahnya yang putih kemerah-merahan seperti anggur itu selalu membuat saya berdoa untuk keselamatannya. Mungkin aneh jika alien mempunyai pacar seorang manusia pada umumnya. Tapi manusia-manusia tersebut tidak akan pernah tau bahwa si alien memiliki kasih melebihi manusia-manusia yang mencercanya. Entah hinaan atau pembunuhan karakter. Tapi hati hanya pribadi dan Tuhan yang tahu.

Si alien berusaha menginfasi hati dia. Tapi awalnya memang mengalami kegagalan. Dulu si alien pernah curhat sama temen SDnya. Si temen alien tersebut berkata "Kalok cowok nembak dan egak diterima biasanya akan langsung pindah kelain hati, daripada percuma usahanya". Ya si alien hanya mendengarkannya saja. Mengangap itu adalah tindakan laki-laki pengecut. Bagaimana bisa setia dengan pasangannya jika sewaktu mendekatinya saja tidak ada usaha yang menekan. Alien selalu berusaha entah sampai berapa kata-kata tolakan terlontar dari mulit dia. Saya sendiri adalah alien itu. Mungkin saya akan menyerah jika dia sudah bergandengan tangan dan meletakan kepalanya di pundak laki-laki yang dipilihnya. Iya itu waktu yang tepat untuk menyerah. Tapi karena doa dan usaha si alien. Saya diterimanya dalam kehidupannya sebagai pasangan. Iya kita menjadi pasangan, diantara daun-daun yang gugur, diantara sinar matahari, dan diatas awan-awan. Kita bersatu. Menyatukan perasaan. Perasaan antara manusia dengan alien. 

Jujur tulisan saya ini agak berlebihan. Mungkin karena dorongan jatuh cinta. Tapi saya merasa biasa saja dalam hal ini. Mungkin tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi kalian. Kita harus berusaha mendapatkan pasangan atau orang yang kita cintai. Entah itu teman, keluarga, atau pacar. Kita harus berusaha terhadap mereka yang kita sayangi. Kita harus mau berkorban. Seperti kata dosen saya 'dalam percintaan juga ada pertukaran, si laki-laki selalu membelikan barang kesukaan si wanita. Dan si laki-laki berharap bahwa barangnya itu diganti, diganti dengan kesetiaan'. Tapi kata-kata itu sangat rancu bagi saya, itu berarti bahwa kesetiaan wanita hanya bisa ditukar dengan barang kesukaan wanita.

Menurut saya "Jika kamu ingin kesetiaan darinya, maka berikan dia kasih dan kesetiaanmu juga, dan jangan lupakan tentang kedewasaan".Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar